Senin, 22 September 2014

INFLASI EKONOMI INDONESIA 2014

Inflasi menghantui manusia dari waktu ke waKtu. Apakah Anda sadar bahwa nilai uang Anda makin hari makin menurun. Dulu ( tahun 2000 ) uang tunai Rp 100.000 amat sangat besar nilainya. Kini Rp 100.000 ditangan hanya sampai beberapa hari saja bertahan. Ini artinya selama 14 tahun kedepan ( dari tahun 2000 hingga kini ) kita mengalami INFLASI yang cukup besar.

Inflasi di Indonesia mencapai 7% lebih per tahun. Artinya, setiap uang yang kita miliki berkurang 7% nilainya dari nilai awal. Faktor yang menyebabkan inflasi ada dua. Yaitu kelangkaan barang dan peredaran mata uang yang begitu banyak. Inflasi mengakibatkan barang - barang menjadi mahal, kelesuan ekonomi dan berdampak sistimik bagi perekonomian suatu negara. Berikut video singkat tentang inflasi :

Lihat, betapa inflasi mengerikan bagi banyak orang, karena uang yang Anda simpan di BANK atau dibawah bantal, makin hari nilainya makin berkurang. Dan tak ada jalan lain kecuali MENYEKOLAHKAN UANG Anda ini ke INVESTASI YANG MENGUNTUNGKAN DIMASA DEPAN. Misalnya beli PROPERTI atau BELI EMAS.

Ekonomi Indonesia mengalami inflasi dari tahun ke tahun. Ini wajar, karena populasi penduduk makin banyak, sementara jumlah kebutuhan sandang, papan dan pangan tak sebanding dengan jumlah penduduk yang makin bertambah banyak. Dan tugas pemerintah adalah menyeimbangkan suply dan demand tersebut agar kenaikan inflasi tidak liar dan tetap dalam range yang aman.

Minggu, 21 September 2014

ILUSI KEMAKMURAN, LAWAN DOLAR DENGAN DINAR !

Anda ingin sejahtera ? Ingin membangun ASET REAL dan bukan ASET FATAMORGANA ? Mari kita belajar lagi ILMU EKONOMI DASAR. Selama ini, kita sadar atau tak sadar dibohongi oleh YAHUDI. Mereka ingin merampas aset real kita berupa ALAT TUKAR UANG KERTAS. Padahal apa yang mereka tawarkan ibarat MEMBANGUN RUMAH DIATAS LUMPUR. Rapuh.

Video ini akan membuka mata Anda, betapa penting membangun ASET NYATA Anda dari pada mengumpulkan segepok uang kertas yang pada akhirnya akan binasa kemakan INFLASI. Bukan seberapa banyak uang kertas yang sudah Anda kumpulkan, tapi bagaimana Anda mengayati kekayaan sejati dalam hidup Anda yang menentukan seberapa kualitas hidup Anda kelak. Mari kita nikmati video dibawah ini :

Bagaimana ? Sudah tergambar dengan jelas perbedaan antara aset nyata dengan aset fatamorgana ? Mari kita kembali ke jaman Rasul, Nabi Muhammad SAW, kembalilah dengan semangat DINAR, hancurkan DOLAR !

BELAJAR TEORI EKONOMI DARI DASAR

Mengapa ILMU EKONOMI penting untuk kelangsungan hidup manusia ? Ternyata, asal muasalnya ilmu ekonomi itu berasal dari kata KELANGKAAN ( scarsity ). Sejaka jaman Nabi Adam hingga kini, bumi memiliki keterbatasan resource. Mulai dari keterbatasan sumber daya alam hingga keterbatasan tempat. Padahal populasi manusia MAKIN BERTAMBAH BANYAK SETIAP HARI, tapi bumi tetap segini aja ukurannya.

Belajar ilmu ekonomi akan membuat diri kita sejahtera. Mengapa ? Karena kita mendapat lebih banyak pencerahan tentang ilmu mengembangkan nilai dan seni menghemat. Dua kata penting ini menjadi KEYWORD Anda untuk mendapatkan hidup yang sejahtera dan bahagia kelak. Ilmu Ekonomi wajib kita pelajari dari waktu ke waktu, karena sangat penting. Berikut tutorial video tentang ilmu kelangkaan.

Jadi, sudah waktunya kita serius belajar ILMU EKONOMI agar kita lebih bijaksana menghadapi hidup ini dari waktu ke waktu. Salam sejahtera dan bebas financial.

Ekonomi Indonesia Makin Membaik di 2014

Ekonomi Indonesia mengalami banyak perubahan. Sejak Jokowi menjadi presiden ( walau masih masa transisi ), iklim perekonomian Indonesia jauh lebih baik.

Kelihatannya, dampak positif makin terasa ketika Jokowi menang atas Prabowo Subianto. Ini menandakan bahwa kedepan, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih demokrasi. Artinya pula, akan banyak sekali investor menanamkan modal ke Indonesia jika ekonomi negara ini menjadi lebih stabil dan membaik.

Perekonomian Indonesia makin bertambah baik dipicu dari beberapa sisi. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Gita Wirjawan memberikan kuliah umum pada ratusan mahasiswa dan dosen Universitas Sam Ratulangi Manado tentang posisi Indonesia dalam perekonomian dunia yang semakin membaik.

"Secara umum posisi Indonesia saat ini semakin baik, ditandai skala ekonomi Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga diperkirakan 20 tahun ke depan Indonesia bisa menjadi lima besar dunia," kata Kepala BKPM RI, Gita Wirjawan dalam kuliah umum di Manado, Kamis (11/8).

Beberapa indikator yang menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia semakin baik diantaranya rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) atau ukuran pemikulan utang relatif lebih rendah yakni hanya sekitar 26%.

"Bandingkan dengan negara lain yang sudah maju sekali pun dengan rasio pemikulan utang sangat tinggi, contohnya Yunani 162%, bahkan Jepang punya 230%," kata Wirjawan.

Selain rasio utang terkendali, kemampuan pemerintah daerah yang dalam 19 bulan terakhir ini hanya menaikan tingkat suku bunga satu kali saja, memberi tanda bahwa potret moneter Indonesia luar bisa baiknya.

"Beberapa negara termasuk negara maju sekalipun terpaksa melakukan pemangkasan tingkat suku bunga beberapa kali guna menekan inflasi, tetapi Indonesia meskipun hanya melakukan satu kali pemangkasan suku bunga tetap mampu mempertahankan tingkat inflasi stabil," kata Wirjawan.

Wirjawan mengatakan, dengan angka tersebut dapat dikatakan bahwa ekonomi Indonesia saat semakin baik sehingga optimistis negara ini mampu tumbuh dan berkembang lebih maju ke depan.

"Potret fiskal dan moneter Indonesia semakin seksi, karena mampu bertahan stabil dibandingkan banyak negara bahkan negara maju sekalipun," kata Wirjawan.

Kondisi ekonomi semakin baik, kata Wirjawan didukung kualitas demografi Indonesia yang sangat menarik karena separuh dari jumlah penduduk Indonesia masih berusia muda dan produktif.

"Sebanyak 50 persen populasi penduduk Indonesia berusia 29 tahun ke bawah, karena itu saya sebut generasi smash, generasi anak muda, dan ini sesuatu yang menarik bagi investor, sebab mereka mencari sumber daya manusia produktif," kata Wirjawan.

Yang sedikit mengkhawatirkan Indonesia, kata Wirjawan justru karena konsumsi beras dan cabai masih terlalu tinggi, sehingga sering menjadi penyebab inflasi.